| Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan atas kasus dugaan korupsi pada proyek pusat olah raga Hambalang. Di antaranya KPK telah menggeledah lima lokasi berbeda terkait kasus itu. Hal itu dikatakan Juru Bicara KPK Johan Budi dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/11). Pengeledahan dilakukan penyidik KPK pada Kamis kemarin, di lima lokasi berbeda. Lima lokasi yang digeledah kemarin antara lain kantor PT Metaphora Solusi Global, kantor PT Global Daya Manunggal di Kota Bambu Selatan Nomor 3 Jakarta Barat, rumah di Jalan Gandaria No 17, rumah di Jalan Kartika Pinang Sektor 7 Pondok Pinang, rumah di Jalan Wahyu Blok G No 28 Gandaria dan rumah di Alam Elok VIII N0 17. Rumah di Jalan Wahyu diduga adalah milik Paul Nelwan. Paul Nelwan, Kamis kemarin, hadir di persidangan Tipikor untuk kasus sama dengan terdakwa Angelian Sondakh. Dari lokasi penggeledahan, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen, dan transaksi keuangan yang berkaitan dengan rekanan proyek Hambalang. Barang bukti yang disita, kata Johan, akan digunakan untuk pengembangan korupsi proyek Hambalang ini. KPK juga telah menerima sejumlah Laporan Hasil Analisis transaksi mencurigakan dari Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). KPK sebelumnya juga telah melakukan beberapa penggeledahan terkait kasus Hambalang pada 19 Juli lalu, antara lain di kantor Kemenpora di Senayan dan Cibubur, dua kantor PT Adhi Karya di daerah Jakarta Timur dan <b>...</b> | From: liputan enam Views: 1 0 ratings | |
| Time: 03:49 | More in News & Politics |
Friday, November 2, 2012
KPK Menyita Sejumlah Dokumen Hambalang di 5 Lokasi
KPK Menyita Sejumlah Dokumen Hambalang di 5 Lokasi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment