Laman

Friday, November 16, 2012

Rizal: Langkah Pemerintah untuk BP Migas Tidak Tepat

Rizal: Langkah Pemerintah untuk BP Migas Tidak Tepat

Jakarta: Langkah pemerintah mengambil alih fungsi dan peran Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) yang dibubarkan Mahkamah Konstitusi karena dianggap konstitusional, mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Pengamat ekonomi Rizal Ramli, misalnya. Mantan Menteri Perekonomian ini menilai langkah pemerintah itu tidak tepat karena hanya menyentuh aspek teknis. Menurut Rizal, esensi dari pembubaran BP Migas adalah pemerintah perlu serius dalam memperbaiki kebijakan dan regulasi di bidang energi yang pro-rakyat. Bukan hanya sebatas tanggapan cepat menyangkut pengalihan karyawan dan penjaminan kontrak kerja yang tengah berlangsung. Rizal menilai itu hanya teknis. Rizal berpendapat penggantian peran dan fungsi BP Migas dapat dengan mudah dialihkan ke Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM. Jadi, tidak perlu dibentuk unit birokrasi baru yang dapat menyebabkan inefisiensi anggaran dan kinerja. Di sisi lain, Rizal sependapat peran dan fungsi BP Migas tidak dialihkan ke Pertamina karena akan kembali berpotensi terjadinya penyelewengan wewenang dan monopoli.(DSY) Hanya Sekedar Memberikan Informasi Berita, Mohon di Like atau di Share Jika Informasi Bermanfaat. Uploaded by vt.vc Thanks ^_^
Views: 3
0 ratings
Time: 01:31 More in News & Politics

No comments:

Post a Comment